Negeriku, Negerimu, Negeri Kita!

Maret 23, 2008

Earth Report : “Selamatkan Bumi, Tanam Kembali!”

Filed under: Pro-Bumi — Tag: — smartkoko @ 1:28 am

Semangat pro-ekologiku sedang menyala nih. Gara-gara nonton video berjudul “Earth Report”. Dalam video itu diterangkan beberapa fakta yang mengancam Bumi dan kehidupan yang mengisinya. Berikut beberapa fakta yang disajikan dalam video itu :

1. Setiap tahunnya tak kurang dari tujuh miliar ton gas karbondioksida ditambahkan ke udara bebas sebagai sisa pembakaran bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil dibakar untuk mendapatkan energi penggerak mesin-mesin industri, kendaraan bermotor, pembangkit listrik, dan (sangat sedikit) keperluan rumah tangga. Dan kita tahu bahwa gas ini yang menghasilkan efek rumah kaca dan menghangatkan Bumi.

2. Bumi yang hangat adalah baik. Tapi bagaimana dengan Bumi yang kelewat hangat? Es di kutub mencair, muka air laut meningkat dan menenggelamkan pulau-pulau kecil. Daratan makin gersang di musim panas saat planet kita mendekat ke Matahari, dan tak mampu menampung air dari awan yang makin tebal karena laju pembentukan uap air juga meningkat dengan cepatnya sehingga memenuhi sungai dan danau, meluberi daratan sebagai banjir. Perubahan cuaca makin ekstrim.

3. Mencairnya es di kutub, yang juga habitat beberapa hewan, menyebabkan hewan-hewan tersebut berada di titik kritis hidup mereka. Luas habitat mereka menyusut drastis, demikian pula dengan pasokan makanannya. Rantai makanan menjadi kacau. Proses reproduksi hewan terganggu karena mereka kurang asupan gizi. Lapisan es yang menyelubungi Bumi juga berfungsi memantulkan cahaya Matahari, tapi kini ia keropos. Berlubang disana-sini. Wah, bagaimana nih?

4. Kelebihan karbondioksida di udara juga terambil oleh ombak air laut dan menyebabkan peningkatan keasaman air laut itu. Padahal laut termasuk paru-paru Bumi, tempat dimana plankton berfungsi sama dengan tumbuhan di daratan. Peningkatan keasaman air laut menyebabkan “tulang-tulang” makhluk lautan lebih lunak dan sekaligus mengganggu siklus reproduksi mereka yang artinya sekaligus mengusik rantai makanan di lautan.

5. Saat paru-paru laut terganggu, maka paru-paru hutan tak kalah terusiknya. Sesak napaslah Bumi ini, begitu kira-kira. Hutan ditebangi pohon-pohonnya, legal maupun ilegal, lindung atau tidak. Belum lagi hutan yang terbakar (atau dibakar?). Sama dengan yang terjadi di laut, di darat pun hewan makin sempit habitatnya (tak heran kadang hewan liar masuk pemukiman manusia), makanan makin sedikit, rantai makanan rusak, terancam punah, apalagi yang diburu untuk dijadikan pajangan pemuas nafsu pemburu dan kolektor (dirumahku juga ada, entah imitasi atau bukan, tapi saya tak mau lagi menambah yang semacam itu ah!).

6. Satu penyumbang terbesar gas karbondioksida adalah kendaraan bermotor. Jutaan kendaraan lalu-lalang dan bertambah puluhan ribu setiap hari. Selain itu timbal ikut dipompa ke udara. Gangguan pernapasan makin sering apalagi di kota besar dan sentra industri. Di video itu sumber energi alternatifnya bahan bakar non-fosil yang lebih ramah lingkungan ialah energi matahari, angin, air, etanol, hidrogen. Saya ingin menambahkan. Di pusat-pusat kebugaran, ramai manusia membakar kalorinya, apa bisa dikonversi jadi listrik? Dan bagaimana pula dengan teknologi air berat?

7. Ternyata, setiap manusia itu memerlukan sekitar 10 pohon untuk menyuplai keperluan oksigennya. Nah, ayo tanam pohon untuk oksigen kita sendiri yuk! Itu minimal lho! Kalau lebih, anggap saja kita mentraktir oksigen untuk orang lain. Saya jadi terinspirasi untuk menjadi dokter 1:10 nih! Karena saya seorang dokter, maka dari sisi inilah saya berjuang dan berjihad demi Bumi yang lebih baik, lebih sehat, dan menyelamatkan kehidupan karunia Allah. Apa itu dokter 1:10? Rencananya, setiap pasienku, selain mendapat pengobatan juga akan kubujuk untuk menanam 10 pohon. Setiap bayi yang kubantu kelahirannya, kuanjurkan untuk ditanam 10 pohon baginya. Seperti itulah. Ya! Mohon bantuan teman-teman dokter lainnya ya.

Nantilah disambung lagi soalan Bumi tempat kita hidup ini. Setelah menonton video itu, suhu penyejuk udara kamarku, kunaikkan batasnya. Lampu yang tak terpakai, kupadamkan. Naik angkutan umum? Meski punya kendaraan pribadi, angkutan umum lebih sering kupakai. Volume speaker komputerku ikut dikorting. Apalagi ya? Semangat!

Maret 9, 2008

SUMBER DAYA AIR KITA

Filed under: Pro-Bumi — smartkoko @ 5:24 am

SUMBER DAYA AIR KITA

Saya masih ingat pelajaran sewaktu Sekolah Dasar. Saat itu dikatakan bahwa air termasuk sumber daya yang dapat diperbarui dan oleh karenanya kita tak usah khawatir mengenai kelangsungannya. Saya tak tahu bagaimana kurikulum pendidikan kita sekarang mengajarkan hal ini, tapi kini setelah bergelar dokter, saya meragukan hal tersebut dan menganggap bahwa air harus lebih diperjelas lagi posisinya dalam kehidupan manusia. Mengapa?

Tubuh kita 2/3-nya disusun dari air. Bumi kita, sejatinya juga 2/3 permukaannya adalah air (namun saya yakin perbandingannya berubah sekarang, mengingat es di kutub sudah mencair). Air memang melimpah. Di sungai, danau, waduk-waduk, lautan, sumur artesis bawah tanah, air berwujud es di kutub, air di angkasa yang berwujud sebagai awan. Dimana-mana. Termasuk air mata, air seni, dan berbagai cairan tubuh kita. Oleh karena itu, kita akan berinteraksi dengan air sepanjang hidup kita, sepanjang makhluk hidup melanjutkan generasi demi generasinya.

Masalahnya kemudian adalah dari sekian banyak jumlah dan jenis air itu, yang mana yang dapat kita manfaatkan, sebagai makhluk hidup, dan terkhusus lagi sebagai manusia. Kita tak dapat langsung memanfaatkan air laut misalnya, karena kadar garamnya yang tinggi. Kita hanya mampu mengkonsumsi air tawar, atau air yang sudah dijadikan tawar. Padahal air tawar jumlahnya terbatas.

Well, sebenarnya ilmu yang diajarkan sewaktu SD dulu memang benar adanya. Air dapat diperbaharui, dan oleh karena itu pula air tawar meskipun jumlahnya terbatas, juga dapat diperbaharui. Kenyataan kini adalah “sarana dan prasarana” untuk memperbaharui air itu semakin berkurang. Hutan? Terbakar (dibakar?), ditebang baik legal maupun ilegal (bahkan hutan lindung!), pembukaan hutan untuk lahan (tempat tinggal maupun lahan usaha).

Itu dia alasan mengapa saya menganggap bahwa opini kita harus direvisi. Masyarakat harus disadarkan bahwa kita harus hidup harmonis dengan alam. Bahwa kita perlu sumber daya alam untuk hidup, itu sudah kodrati. Tapi jangan mengeksploitasi tanpa peduli kelestariannya. Lah, jika alam sudah rusak, kita mau hidup dimana lagi? Di Bulan? Bukannya satelit Bumi itu sudah dipancangkan bendera Amerika? Di Mars? Terlalu ekstrim (untuk saat ini sih, siapa tahu kelak ada yang bisa memoderasi???). Di Venus? Merkurius? Opsi yang lebih keterlaluan lagi! Bagaimanapun “menu” paling dekat sekaligus paling ekonomis yang tersaji di hadapan kita adalah Bumi ini. Pilihan ada di tangan kita. Kita-lah yang dipercaya menentukan nasib Bumi ini, termasuk nasib kita yang menghuninya. Surga dunia atau…

PERHATIAN, PERHATIAN! SEKUMPULAN ORANG DI AMERIKA MENYATAKAN BAHWA GLOBAL WARMING ITU HANYA KHAYALAN!

Filed under: Pro-Bumi — smartkoko @ 5:17 am

Hahaha. Sekarang siapa yang sedang membuat lelucon? Mereka yang berkumpul itu kedudukannya tidak bisa dipandang remeh, tapi pikirannya benar-benar remeh-temeh! Setelah konferensi pengantar mengenai lingkungan hidup dan ancaman global yang dilangsungkan di Bali, maka orang-orang yang meradang, karena lebih mementingkan bertambahnya pundi-pundi kekayaan mereka ketimbang lestarinya ekologi Bumi dan manusia yang menghuninya, ikut-ikut berserikat dan berkumpul demi membalas konferensi di Bali itu.

Mereka bilang bahwa ancaman pemanasan global adalah sebuah ilusi dan juga bahwa efek rumah kaca adalah sesuatu yang tidak berbahaya. Saya benar-benar ingin mengetahui landasan pemikiran mereka itu. Sementara banyak negara-negara, termasuk Amerika Serikat sendiri, yang batas pantainya semakin mundur akibat kombinasi abrasi air laut dan semakin tingginya permukaan air akibat mencairnya dataran es, termasuk Alaska. Pergantian musim semakin tidak runtut, cuaca berwajah semakin ganas dan semua itu dikarenakan meningkatnya suhu rata-rata Bumi, puluhan kali lebih cepat dari yang mampu ditanggulangi Bumi ini sendiri.

Ngaco! Ngaco bener mereka itu. Saya meyakini bahwa mereka adalah kaum kapitalis yang harusnya diasingkan di sebuah planet lain, dan bukannya di Bumi ini. Planet ini bukan untuk mereka yang mengutamakan pembangunan namun mengesampingkan kelestarian lingkungan. Tidak untuk mereka yang berpikir pincang seperti itu. Karena sejatinya sumber daya alam memang benar-benar ada batasannya, sementara nafsu manusia yang tidak terkendali batasannya hanyalah kematian mereka.

Maka untuk itu, sekali lagi, mari gemakan lebih kuat lagi suara dan contoh nyata untuk mengurangi laju kerusakan alam, membalik arahnya menjadi pembangunan yang pro-ekologi. Stop global warming! Hemat energi dan pemakaian bahan bakar fosil, reboisasi dan revitalisasi paru-paru dunia (sahabat kita, para tanaman dan juga plankton di lautan), konservasi hutan dan laut serta margasatwa penghuninya yang bersimbiosis mutualisme. Dan yang lebih utama lagi, kendalikan nafsu kita, manusia, akan kekayaan materi yang diperoleh dengan cara yang tidak adil terhadap ekologi. Termasuk didalamnya mengikis paham kapitalisme dari kehidupan manusia…

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.